MIU Login

UIN Malang Rayakan Hari Air Sedunia dengan Gerakan “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mengadakan gerakan “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” di Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hutan Kampus Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kampus 3 UIN Malang. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia dan melibatkan berbagai pihak dalam upaya pelestarian sumber daya air.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor IV UIN Maliki Malang, Dr. H. Isroqunnajah, Kepala BPBD Jawa Timur Letjen TNI (Purn) Ganip Warsito, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Kota Batu Agus Mahyudi, serta berbagai tamu undangan termasuk Hariyanto Relawan Rimbawan, Founder Alamku Hijau, dan perwakilan dari Dinas Pertanian Kota Batu, Dinas Kesehatan Kota Batu, serta Ikatan Dokter Indonesia Kota Batu. Selain itu, acara ini juga melibatkan Mahasiswa Pecinta Alam Tursina dan HMPS Semut Merah.

Acara dimulai dengan penanaman pohon dan pembersihan sumber mata air di RTH Kampus 3 yang terletak di Tlengkung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan Hari Air Sedunia, Hari Hutan Internasional, dan Hari Bhakti Rimbawan, tetapi juga untuk melakukan Kenduri Mata Air, sebuah ritual lokal yang dipimpin oleh sesepuh kampung setempat. Ritual ini bertujuan untuk memohon doa dan restu agar pengelolaan dan perlindungan mata air tersebut bermanfaat bagi warga sekitar.

Dalam sambutannya, Dr. H. Isroqunnajah menekankan bahwa acara ini bukan hanya seremonial, tetapi sebagai pengingat pentingnya kesadaran lingkungan. “Peringatan ini mengingatkan kita semua bahwa kehidupan kita bergantung pada alam. Jika kita melestarikan alam, maka kita juga akan mendapatkan manfaat dari alam,” ujarnya.

Letjen TNI (Purn) Ganip Warsito juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan. “Kami mengajak semua pihak untuk memiliki kepekaan dan komitmen dalam program aksi penyelamatan alam, termasuk hutan, air, dan bumi. Kita harus terus mencari dan menjaga sumber mata air yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.

15 tahun lalu, UIN Maliki Kampus 3 ditetapkan sebagai RTH seluas 20 hektar dengan 415 sumber mata air. Namun, saat ini hanya tersisa 50 titik sumber mata air. Upaya yang dilakukan dalam acara ini diharapkan dapat mengembalikan dan melestarikan sumber daya air yang ada, serta memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Malang Raya.

Dengan gerakan ini, UIN Maliki Malang tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan di dalam kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait