
Malang – Dalam upaya mendukung kegiatan green campus dan menciptakan lingkungan kampus yang ramah lingkungan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kini telah menyediakan fasilitas puluhan sepeda motor listrik. Langkah ini merupakan salah satu upaya nyata kampus dalam menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil di lingkungan kampus.
Rabu, 18 September 2024, UIN Malang menyelenggarakan pertemuan ketiga dengan Asesor UI GreenMetric di Gedung Rektorat lantai 5. Pertemuan ini menjadi salah satu langkah penting UIN Malang menuju status “Green Campus”, yang dihadiri oleh para pimpinan universitas, tim Panitia, dan Asesor UI GreenMetric. Kegiatan yang dimulai dari pagi ini diawali
Pada tanggal 18 September 2024, UIN Malang mengadakan pertemuan penting dengan tim Asesor dari UI GreenMetric sebagai bagian dari upaya kampus dalam mengembangkan konsep kampus berkelanjutan. Pertemuan ini menjadi momen berharga dalam memperkuat komitmen kampus dalam mewujudkan lingkungan ramah energi. Pertemuan tersebut dihadiri oleh dua tokoh penting, yaitu Prof. Dr.
Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tengah bersiap menggelar Festival Eco Enzyme yang direncanakan akan diadakan pada 17 Agustus 2024. Festival ini menjadi bagian dari upaya UIN Malang dalam menciptakan kampus yang ramah lingkungan serta mendukung keberlanjutan ekosistem. Kegiatan ini diperkirakan akan mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang teris berusaha meningkatkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan dengan berpartisipasi dalam gerakan eco enzyme. Sebagai bagian dari peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia, UIN Malang dan 43 perguruan tinggi lainnya melakukan kegiatan penuangan eco enzyme ke sungai di sekitar kampus mereka. Aksi ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang resmi meluncurkan Hutan Kampus Keanekaragaman Hayati (Kehati) sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan konsep Green Campus. Acara peluncuran yang berlangsung di Kampus 3 UIN Malang ini bertepatan dengan perayaan Hari Gerakan Sejuta Pohon Internasional tahun lalu. Hutan Kehati yang
Sebanyak 28 mahasiswa dari Australia menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti program Water Conversation yang menjadi bagian dari Western Australia East Java University Consortium (WAJEUC) 2024 di Kampus 3 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis (11/7). Kegiatan dimulai dengan sesi materi pertama mengenai “Water Management” yang dipaparkan oleh
Fakultas Teknik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan proyek berbasis inovasi di Pondok Pesantren Bahrul Magfirah, Kota Malang. Dalam upaya ini, Fakultas Teknik memanfaatkan teknologi eco enzym untuk meningkatkan kualitas air dalam budidaya ikan lele di pesantren tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu Pondok Pesantren Bahrul Magfirah dalam mengatasi masalah
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) kembali melakukan terobosan dalam menghadirkan fasilitas ramah lingkungan dan aman di kampusnya. Dengan peluncuran program EC2 (Energy Conservation and Control) pada sejumlah bangunan cerdas, UIN Malang menunjukkan komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan dan keamanan yang lebih baik di kampus. Program ini berfokus pada
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang telah menerapkan konsep bangunan hijau dalam seluruh kebijakan konstruksi dan renovasinya. Inisiatif ini tidak hanya mencakup penambahan ruang terbuka, tetapi juga menekankan penerapan elemen-elemen desain yang ramah lingkungan dalam setiap pembangunan gedung di kampus. Salah satu penerapan penting yang telah dilakukan